Kolaborasi Teknik Elektro UMP dan UMSIDA Sajikan Inovasi Kesehatan Berbasis Teknologi
- Juli 9, 2025
- Posted by: SuperAdmin
- Category: Berita
Kolaborasi dua program studi teknik elektro dari kampus Muhammadiyah berlangsung menarik pada Rabu, 4 Juni 2025. Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menyelenggarakan “Lecture Exchange Series #3” secara daring melalui Zoom.
“Ini bukan sekadar berbagi materi. Ini kesempatan mengenalkan hasil penelitian mahasiswa dan dosen kepada khalayak lebih luas,” ujar Kaprodi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Itmi Hidayat. Menurutnya, kolaborasi seperti ini membuka ruang dialog antarkampus dan memperkaya perspektif mahasiswa.
Acara ini diikuti lebih dari 180 mahasiswa dari kedua kampus. Mereka antusias menyimak dua topik utama seputar pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di bidang kesehatan, khususnya terkait penyakit berisiko tinggi seperti tumor otak dan gangguan jantung.
Pembicara pertama dari UMP, Dian Nova Kusuma Hardani, membawakan topik “Segmentasi Tumor Otak Berbasis Deep Learning dengan Pendekatan Explainable Artificial Intelligence pada Citra MRI”. Penelitiannya dilatarbelakangi peningkatan kasus tumor otak secara global yang menyebabkan angka kematian tinggi.
Dalam paparannya, Dian menjelaskan bagaimana teknologi Deep Learning mampu mendeteksi dan memetakan area tumor dari citra MRI secara akurat. Menariknya, pendekatan yang digunakan bersifat explainable atau bisa dijelaskan, sehingga prosesnya lebih transparan dan mudah dipahami tenaga medis.
“Explainable AI membuat sistem prediksi lebih dapat dipercaya. Ini penting dalam dunia medis,” terang Dian saat memaparkan risetnya.
Materi kedua disampaikan Ahmad Ahfas dari UMSIDA. Ia membahas tentang “Klasifikasi Kesehatan Jantung dengan Metode Artificial Intelligence”. Sistem yang dikembangkan Ahmad mampu membedakan kondisi jantung normal, jantung koroner, dan gagal jantung berdasarkan fitur-fitur medis yang diproses dengan metode DCT (Discrete Cosine Transform).
“Tujuannya agar proses skrining jantung bisa lebih cepat dan akurat,” kata Ahmad. Sistem ini diharapkan dapat digunakan sebagai alat bantu diagnosis bagi dokter dan klinik kesehatan.
Selain membuka wawasan baru, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya riset lintas disiplin yang berdampak langsung ke masyarakat.
Riset yang dipresentasikan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga menyentuh isu nyata dalam dunia kesehatan. Hal ini menjadi bukti bahwa mahasiswa dan dosen UMP tidak hanya belajar teori, tetapi juga aktif menciptakan solusi.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa berlanjut dilakukan. Selain memperluas jejaring, mahasiswa juga bisa belajar dari berbagai pendekatan berbeda,” tambah Itmi.
Dengan semangat kolaborasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto terus melangkah menjadi kampus inovatif yang siap menjawab tantangan zaman. AI, riset, dan kerja sama jadi langkah nyata membangun masa depan yang lebih sehat dan cerdas.




