Kolaborasi ilmu terus berlanjut! Inovasi Elektro dari Sungai Hingga ke Pesisir
- Juli 3, 2025
- Posted by: SuperAdmin
- Category: Uncategorized
Kolaborasi antar kampus Muhammadiyah kembali hadir dalam bentuk yang inspiratif. Kali ini, Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menggelar Lecture Exchange Series #2 pada Rabu, 28 Mei 2025. Acara ini digelar secara daring melalui platform Zoom dan sukses diikuti lebih dari 200 mahasiswa dari kedua kampus.
“Lecture exchange ini jadi ruang kolaboratif, bukan hanya antar dosen, tapi juga antar mahasiswa lintas kampus. Kami ingin menumbuhkan budaya saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta memotivasi munculnya riset-riset solutif yang relevan dengan persoalan masyarakat,” ujar Kaprodi Teknik Elektro UMP, Itmi Hidayat.
Mengusung dua topik yang sama-sama menarik dan aplikatif, kegiatan ini menghadirkan dosen sekaligus peneliti dari masing-masing kampus. Dari UMP, Latiful Hayat membawakan materi berjudul “Evaluasi Performa Pengukuran Ketinggian Air Terintegrasi LoRa dan ESP Now.” Riset ini berangkat dari masalah nyata yang terjadi di berbagai daerah, yaitu banjir yang kerap melanda kawasan pemukiman warga, khususnya yang berada di dekat aliran sungai.
Melalui inovasi teknologi ini, Latiful mengembangkan alat monitoring ketinggian air berbasis jaringan nirkabel jarak jauh (LoRa) dan protokol komunikasi ESP Now. Sistem ini dirancang untuk bisa mengirimkan data ketinggian air secara berkala, cepat, dan efisien. Dengan demikian, masyarakat bisa memantau kondisi sungai secara real-time, dan pihak berwenang dapat mengambil tindakan dini sebelum banjir meluas.
“Kalau alat ini bisa dikembangkan lebih lanjut dan digunakan di daerah rawan banjir, kita bisa punya sistem peringatan dini yang murah, mandiri, dan cukup akurat. Ini penting untuk upaya mitigasi bencana,” terang Latiful dalam pemaparannya.
Sementara itu, dari UMSIDA, Ir. Dwi Hadidjaja Rasjid Saputra, M.T tampil membawakan tema “PLTS Pembuat Garam dan Air Murni dengan IoT.” Penelitian ini merupakan respon atas dua persoalan utama yang sering dihadapi masyarakat pesisir, yaitu kelangkaan air bersih dan kebutuhan garam untuk rumah tangga.
Dengan mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem produksi ini memanfaatkan energi matahari untuk menjalankan proses pemurnian air laut dan pengkristalan garam. Ditambah dengan teknologi Internet of Things (IoT), seluruh proses bisa dipantau dan dikendalikan secara otomatis dan efisien. Sistem ini bahkan bisa dikembangkan secara portabel, menjadikannya solusi yang ramah lingkungan dan ekonomis bagi desa-desa pesisir.
“Kami ingin teknologi ini tidak hanya berhenti di laboratorium, tapi bisa hadir di tengah masyarakat. Kalau berhasil, bukan hanya membantu menyediakan air bersih dan garam, tapi juga membuka peluang ekonomi baru,” jelas Dwi Hadidjaja.
Universitas Muhammadiyah Purwokerto sendiri terus menunjukkan komitmennya sebagai kampus terbaik di Purwokerto dengan mendorong kegiatan akademik yang kolaboratif dan aplikatif. Melalui semangat Unggul, Modern, Islami, kampus ini tak hanya fokus pada teori, tapi juga bagaimana hasil riset bisa memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Kolaborasi seperti ini tak hanya jadi ajang tukar ilmu, tapi juga jadi bukti bahwa perguruan tinggi mampu menjadi agen perubahan. Ketika dunia menghadapi tantangan lingkungan dan krisis sumber daya, inovasi dari kampus seperti inilah yang bisa jadi solusi nyata.


