Teknologi Tepat Guna untuk UMKM
- Maret 24, 2022
- Posted by: SuperAdmin
- Category: Berita
UMKM (Usaka Mikro Kecil dan Menengah) adalah istilah yang tidak asing bagi kita semua. UMKM merupakan bisnis yang dijalankan oleh individu, rumah tangga atau badan usaha ukuran kecil. Saat ini pemerintah memberikan perhatian atau dorongan yang intensfi kepada para pelaku UMKM. Sebagai salah bentuk perhatian dari pemerintah, di Kabupaten Banyumas dibentuk ASPIKMAS (Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil Menengah Banyumas) yang beranggotakan para pelaku UMKM. Orgnisasi ini mempunyai struktur yang lengkap sampai ke tingkat desa. Salah program utama dari ASPIKMAS memberdayakan para anggotanya dalam bentuk pelatihan, membantu pemasaran, membantu manajemen, dan permasalahan-permasalahan lainnya.
Salah satu anggota ASPIKMAS adalah Melvina Snack dan Catering milik Ibu Wahyu Andriani yang beralamat Jl. Bani Malik RT 004 RW 006 Kedungparuk Ledug Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Produk makanan olahan yang dihasilkan salah satunya adalah kering kentang. Dalam satu hari biasanya mampu memproduksi olahan kentang tersebut sebanyak 20 kg. Hasil makanan olahan kentang tersebut dipasarkan tidak hanya di sekitar Purwokerto tapi juga sudah sampai ke daerah-daerah lain di luar Purwokerto.
Dalam proses pembuatan makanan olahan kentang semuanya asih manul menggunakan tenaga manusia. Kentang dikupas dan dirajang satu persatu kemudian diberi bumbu dan digurena lalu dikemas. Karena masih manual sehingga membutuhkan waktu yang lama. Hal ini tentunya akan menimbulkan permasalahn jika sedang banyak pesanan.
M. Taufiq Tamam, S.T., M.T. dkk. Dosen Program Studi Teknik Elektro melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dikelola oleh LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat) Universitas Muhammadiyah Purwokerto membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan memberikan bantuan berupa alat atau mesin yang digunakan untuk mengupas dan merajang kentang tersebut. Mesin pengupas dengan kapasitas 4 kg kentang ini mampu mengupas kulit kentang dalam waktu 5 – 10 menit. Jauh lebih cepat dibandingkan dikupas secara manual. Sedangkan mesin perajang yang digunakan bisa menghasilkan dua macam bentuk rajangan, bentuk biasa dan bentuk yang bergelombang hanya dengan menggantu mata pisau yang digunakan. Kedua alat/mesin tersebut menggunakan sistem elektro mekanik sehingga dapat membantu dalam mempercepat proses pekerjaan.
Menutur penuturan Ibu Wahyu Andriani selaku pemilik usaha dan mitra dalam program ini, pekerjaan pembuatan olahan makanan kentang lebih cepat selesai, terutama dalam proses pengupasan dan perajangan. Mitra merasa sangat terbantu dengan adanya program ini dan berharap ada program-program lain yang sifatnya bisa membantu memajukan kelompok UMKM.





