ENERGI MATAHARI UNTUK CADANGAN LISTRIK PENERANGAN DAN PENGERAS SUARA ADZAN
- April 8, 2021
- Posted by: Admin
- Category: Berita
Matahari yang bersinar setiap hari membawa banyak energi untuk kehidupan semua mahluk dibumi, diantaranya adalah energi radiasi elektromagnetik. Energi radiasi elektromagnetik ini dapat dimanfaatkan untuk energi panas dan energi listrik. Energi radiasi elektromagnetik dari sinar matahari lebih kita kenal sebagai energi surya. Energi surya diukur dengan kepadatan daya pada suatu permukaan daerah penerima dan dikatakan sebagai radiasi surya. Rata-rata nilai dari radiasi surya diluar atmosfir bumi adalah 1353 W/m2 , dinyatakan sebagai konstanta surya. Total energi yang sampai pada permukaan horisontal dibumi adalah konstanta surya dikurangi radiasi akibat penyerapan dan pemantulan atmosfer sebelum mencapai bumi dan nilai tersebut disebut sebagai radiasi surya global. Radiasi surya global terdiri dari radiasi yang langsung memancar dari matahari (direct radiation) dan radiasi sebaran yang dipencarkan oleh molekul gas, debu dan uap air di atmosfer (diffuse radiation). Menurut http://www.esdm.go.id Provinsi Jawa Tengah berada pada kisaran 100 LS dan memilki radiasi matahari sebesar 3,5 kWh/m2/hari sampai dengan 4,67 kWh/m2/hari. Efisiensi panel surya yang masih digunakan di Indonesia masih rendah yaitu sebesar 14%, maka potensi daya yang dapat dihasilkan dari intensitas energi di Jawa Tengah sebesar 14,7 kWatt/bulan hingga 19,614 kWatt/bulan.
Sebagai komponen bangsa terbesar, masyarakat muslim harus memberikan sumbangan yang besar, termasuk di antaranya adalah dalam memanfaatkan energi matahari ini. Salah satu langkah untuk mengenalkan pemanfaatan energi matahari adalah dengan memberikan contoh secara langsung kepada komunitas muslim. Salah satu komunitas muslim ini adalah Muhammadiyah Ranting Kalikabong Purbalingga. Komunitas ini mengelola sebuah masjid, yaitu Masjid Al Hasan. Masji Al Hasan terletak di desa kalikabong RT 01/RW 03 Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga. Di sekitar masjid terdapat sekolah Madrasah Ibtidaiyah dan komunitas pengrajin tahu serta masyarakat umum. Keberadaan masjid sangat strategis sebagai pusat ibadah dan kegiatan pendidikan umat muslim. Luas Masjid Al Hasan sekitar 375 m2 dengan fasilitas cukup lengkap dari sistem penerangan listrik, pengeras suara adzan 2 menara, instalasi air bersih, intalasi air kotor dan air conditioner . Sebagai pusat ibadah umat muslim disekitar Desa Kalikabong Masjid AL Hasan mempunyai kendala pelayanan terutama untuk informasi sholat lima waktu, jika pada saat nya adzan, listrik dari PLN padam maka adzan yang dikumandangkan tidak terdengar oleh masyarakat sekitar. Demikian juga di saat sudah senja atau malam hari jika listrik padam maka penerangan untuk kegiatan ibadah juga terganggu.
Program Studi Teknik Elektro UMP melalui program pengabdian masyarakat yang dikelola oleh LPPM ( Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarkat ) Universitas Muhammadiyah Purwokerto membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan menerapkan teknologi photovoltaic (pv) atau panel surya sebagai konverter energi radiasi matahari menjadi energi listrik searah (direct current). Listrik yang dihasilkan oleh panel surya tersebut di alirkan ke baterai untuk disimpan. Besarnya energi yang dihasilkan oleh pv dan baterai disesuaikan dengan peralatan yang akan disuplai, seperti amplifier dan mixer serta beberapa lampu penerangan. Berdasarkan data beban listrik yang digunakan untuk perangkat adzan dan lampu, besarnya energi listrik yang harus tersedia adalah sekitar 0,2 kWH atau sekitar 200 watt-hour. Untuk mensuplai energi listrik tersebut diperlukan solar modul sebasar 100 wp. Menurut BPS Jawa tengah energi matahari yang dapat di manfaatkan per hari sekitar 4-5 jam, sehingga energi matahari yang dapat dikonversi oleh panel surya 85 wp adalah 340 w-h. Energi tersebut dapat disimpan pada baterai. Dengan menggunakan inverter dc ke ac, energi yang tersimpan di baterai diubah menjadi energi listrik ac 220 volt. Energi ini digunakan untuk mensuplai amplifier untuk adzan dan iqomat sekitar 15 menit sebesar 120 watt, dan untuk energi cadangan 5 buah lampu 10 watt selama 60 menit. Sistem cadangan listrik ini akan terisi secara rutin oleh listrik matahari dari jam 08 pagi sampai jam 15.00 dengan kondisi langit cerah. Apabila kondisi mendung maka sistem ini akan terisi oleh listrik PLN.
Menurut penuturan Bapak Ikhsanudin selaku takmir masjid Al Hasan yang bermitra di program pengabdian ini, bahwa dengan diterapkan sistem cadangan listrik untuk mensuplai listrik ke sistem pengeras adzan dan lampu penerangan akan sangat membantu memberikan informasi waktu sholat dan infomasi lainnya di saat listrik PLN padam. Mitra sangat terbantu dengan adanya program ini dan berharap ada program-program lain yang bersifat bisa membantu dalam mengelola masjid dan kegiatan lainnya.



