Pengabdian Masyarakat Teknik Elektro Buat Smart Exhaust Fan Untuk Pengrajin Mini Nopia (Mino)
- Maret 22, 2021
- Posted by: SuperAdmin
- Category: Berita Uncategorized
Desa Pekunden Kecamatan Banyumas, tepatnya di wilayah RT 003 RW 004 memiliki satu destinasi wisata yaitu Kampoeng Nopia Mino. Di wilayah tersebut ada 21 kepala keluarga yang berprofesi sebagai pengrajin nopia dan mini nopia (mino). Pengunjung yang datang ke lokasi tersebut bisa menyaksikan atau bahkan mempraktekkan secara langsung proses pembuatan nopia dan mini nopia (mino).
Untuk mempertahankan rasa yang khas dari nopia dan mini nopia (mino), proses pembuatannya masih secara tradisional, terutama dalam proses pembakarannya, yaitu masih menggunakan gentong. Gentong terbuat dari tanah liat yang dibentuk seperti kendi berukuran besar dengan bagian atasnya berlubang cukup besar. Sebelum digunakan untuk memasak nopia atau mini nopia (mino), gentong harus dipanaskan dengan menggunakan kayu bakar. Setelah dinding gentong panas, adonan yang sudah dibentuk menjadi nopia atau mini nopia (mino) ditempelkan ke dinding gentong sampai matang.
Dalam proses memanaskan gentong dengan menggunakan kayu bakar ini timbul asap yang memenuhi ruang dapur yang dikeluhkan oleh para pekerja mino. Mata menjadi terasa pedih dan nafas menjadi agak sesak. Oleh karena itu keberadaan asap di dapur pengolahan nopia atau mini nopia (mino) harus dicarikan solsinya agar tidak mengganggu kerja para pekerja tersebut.
Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Purwokerto melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dikelola oleh LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat) Universitas Muhammadiyah Purwokerto membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan memasang smart exhaust fan (exhaust fan pintar). Exhaust fan ini akan menyedot asap dan dibuang ke luar ruangan dapur. Dengan menggunakan sensor asap dan mikrokontroler, putaran exhaust fan akan menyesuaikan dengan kondisi asap yang ada. Saat tidak ada asap exhaust fan tidak aktif. Saat konsentrasi asap rendah kecepatan putaran juga rendah. Kecepatan putaran akan bertambah jika konsentrasi asap juga bertambah. Dengan adanya pengaturan kecepatan putaran ini secara tidak langsung juga akan menghemat pemakaian energi listriknya.
Menutur penuturan Bapak Mangun Handojo, salah satu pengrajin yang menjadi mitra di program pengabdian ini, asap di dalam ruangn dapur sudah berkurang banyak sehingga merasa lebih nyaman dalam bekerja. Mitra merasa sangat terbantu dengan adanya program ini dan berharap ada program-program lain yang sifatnya bisa membantu memajukan kelompok pengrajin nopia dan mini nopia (mino).




Good good good…….
Jangan kasih kendor….