Copyright 2019 - Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Purwokerto

HMPS TE : GAMELOFT SAMBANGI UMP MELALUI PELATIHAN GAME PROGRAMMING & JOB SEEKING

     Sabtu, 25 Maret 2017. Baru saja seminggu yang lalu Fakultas Teknik Elektro diramaikan dengan pelatihan SCADA, kali ini giliran Gameloft Indonesia “unjuk gigi” dalam agenda Workshop Game Programming dengan tema “How To Be An Expert in Game Programming” yang diselenggarakan oleh HMPS Teknik Elektro. Bertempat di Laboratorium RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) lt.4 Fakultas Teknik UMP, acara ini berhasil menarik peserta tak hanya dari prodi Teknik Elektro sendiri, melainkan banyak mahasiswa dari Teknik Infomatika baik UMP, UNSOED dan BSI Purwokerto.

 

Kaprodi Teknik Elektro yang sekaligus membuka acara ini, Winarso,S.T.,M.Eng mengapresiasi baik adanya kegiatan ini karena workshop game ini tidak hanya diperuntukkan untuk prodi Teknik Elektro saja melainkan Prodi lain seperti Teknik Informatika yang memang masih satu rumpun. Seusai pembukaan, acara langsung bergulir dibawakan oleh Recruitment Lead Gameloft Indonesia, Yovita Susanti. Dimana beliau menjelaskan mengenai sejarah Gameloft secara global dan pasar yang ada di industri game. Yovita memaparkan pada pembukaan workshop ini, peserta dijelaskan bagaimana sejarah game di dunia mulai dari jenis console yang beredar 30 tahun silam sampai Xbox360 dan games Android yang sekarang ramai dimainkan oleh pengguna smartphone. Games, mungkin selama ini kita berpikir bagaimana dengan games bisa menghasilkan banyak profit bagi owner atau developer games tersebut. Ternyata melalui Workshop ini kita jadi tahu bahwa pada dasarnya jenis game terbagi menjadi 3 yakni : Premium, Freemium dan Paymium. Dimana games Premium umumnya dipasarkan melaui DVD/CD dan berupa game console (Xbox360, Playstation Console, Nintendo series) yang sudah memiliki pasarnya sendiri seperti Call of DutyBattleField seriesAce Combat dan games sejenis lainnya (once payment to play the game). Lalu games Freemium adalah game yang umumnya dinamakan “Free Downloads and Free to Play” ini memang memiliki keunggulan dari segi nilai ekonomis tetapi Developer tetap bisa mendapatkan keuntungan melalui fitur Ads (Advertisement atau Iklan), update program secara berkala dan Items(Diamonds, Token dll). Sementara itu games Paymium memiliki arti “You Pay , You Play”, Ya, memang game ini memiliki fitur yang membuat game ini memiliki pasarnya sendiri didunia games, tengoklah Games Monster Hunter Online yang mensyaratkan kita sebagai user membayar biaya bulanan pada server games tersebut, upgrade items pada games, dan fitur berbayar lainnya (More pay, more fun).

Industri Game adalah industri kreatif yang tidak pernah sepi, ada beberapa hal yang menjadi indikator kenapa games berkembang sangat pesat, antara lain :

1.       Technology made it easier, kemudahan teknologi yang memudahkan kita mengakses konten dan games tersebut.

2.       The Age of Internet, Hari ini semakin sedikit perangkat yang tidak terkoneksi ke jaringan internet, hal ini mengindikasikan bahwa Games sudah menjadi gaya hidup masyarakat modern selain Social Media, Email maupun internet-activities lainnya.

3.       Free Time = Game Time!, ya ungkapan yang tepat untuk zaman sekarang. Setidaknya saat seseorang tersebut beristirahat, bermain game menjadi hal yang sangat mudah untuk “membuang” rasa bosan & penat serta Login 1x sehari pada game yang Addicted hanya untuk “earn Daily Rewards”.

4.       Easier to Get + Free, dengan adanya Google Playstore bagi pengguna Android, Windows Store untuk pengguna Windows, dan Appstore pada pengguna Apple, user atau pengguna semakin mudah mendapat games yang sesuai dengan kebutuhannya dan pastinya games-games free “laris-manis” dipasaran.

  Linardi Lie selaku HD+ Programmer Trainer Supervisor Gameloft Indonesia menyampaikan bahwa membuat Games saat ini sudah sangat dipermudah dengan adanya Software Developer Games seperti UNITY, Blender, UNREAL Engine, dan lainnya. Namun pada kesempatan ini, peserta akan dijelaskan mengenai UNREAL Engine v.4.9.2 dan kolaborasi software tersebut dengan Visual Studio 2013. Seiring dengan berjalannya workshop peserta juga diterangkan mengenai Game Structure, Game Initialization yang meliputi 1)Preparing API(Application Programming Interface), 2)Loading Assets, 3)Creating Object on Scene, Serta mengenai “Game Loop” yang memang krusial dalam game.

Game Loop, seperti namanya adalah sesuatu yang diulang-ulang selama kita membuka game. Game Loop sendiri terdiri dari 3 bagian yakni : Render, Update dan Destroy. Dimana Render adalah semua proses menampilakn gambar & informasi kedalam display seperti Entity yang terdiri atas Background, Player, Enemy & Environment, lalu Shader Effect dan Post Processing Effect.  Lalu ada Update, dimana hal ini berisi Calculating Action, AI (Artificial Intelligence), Physics, Game State dan FPS Limiter. Sedikit menyinggung masalah FPS limiter, Linardi menjelaskan bahwa FPS(Frame-rate per seconds) adalah jumlah gambar yang ditampilkan per-detik, jadi memainkan game berarti terjadi perubahan gambar secara massive pada setiap satuan waktu, kenapa diberikan Limiter karena kita berbicara mengenai hardware resource yang digunakan pada game tersebut, pastinya kita sering menjumpai android yang cepat panas saat bermain game ataupun yang “nge-hang” saat ada notifikasi pesan ataupun panggilan telepon yang masuk. Oleh karena itu muncullah istilah Destroy yang meliputi fungsi Remove Loaded AssetsClearing memory untuk menghemat penggunaan RAM & System Resource dan Shutting Down API. Meskipun hanya sehari, peserta sangat menikmati workshop ini, terbukti dengan adanya tanya jawab mengenai troubleshooting, pemberian bingkisan dan percobaan langsung pembuatan game sederhana dengan menggunakan 2 asset yakni Battery Collector dan 3rd Person Type Games dengan character berupa Robot 3 dimensi.

Tak hanya Workshop Game Programming, acara ini juga dilengkapi dengan mini workshop yang dibawakan oleh salah satu Recruitment Lead Gameloft Indonesia, Yovita Susanti. Bertempat di ruang R.III.8 Fakultas Teknik, acara Free ini diikuti tak hanya dari mahasiswa dan mahasiswi Teknik Informatika & Elektro saja tetapi juga dari Prodi “tetangga” seperti Manajemen, Kimia dan Sipil. Yovita mengemukakan bahwa pada saat kita melamar pekerjaan, ada baiknya kita memperhatikan hal-hal berikut baik sebelum maupun saat Job Interview : 1) Analyze the Job, Pahami lowongan pekerjaan yang sedang dibutuhkan*mulai teknis dan pekerjaan. 2) Research the Company, Pahami latar belakang perusahaan tempat kita mendaftar serta berita up-to-date dari perusahaan tersebut. 3)Appropriate Clothing, Pehatikan cara berpakaian saat kita job interview, pastikan kita menggunakan pakain senyaman mungkin dengan tetap menunjukkan sisi profesionalitas kita. 4) Checklist, persiapkan semua berkas yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut, sertifikat keahlian, transkrip, ijazah bahkan foto juga perlu diperhatikan. 5) Resume & References, hal ini mempunyai arti bahwa setiap kita mendaftar suatu pekerjaan, hindarilah menyebutkan sesuatu yang memang kita tidak bisa atau mampu melakukannya, say the truth atau katakan sejujur-jujurnya. 6) Salary Expectations, hal ini mungkin adalah momok yang paling banyak muncul dalam setiap job interview, Yovita menambahkan, biasanya recruiter menginginkan suatu nominal yang keluar dari para pelamar, tetapi bukan tanpa maksud. “Pelamar harus bisa menganalisa nominal salary expectations yang akan didapatkanya berdasarkan pengalaman kerja yang ada atau tidak, hidup dimana & posisi yang sedang dibutuhkan. Setidaknya there is a reason behind that”, Pungkasnya.

 

f t g m

Kontak Kami

Program Studi Teknik Elektro

Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Jl. Raya Dukuh Waluh, PO BOX 202

Purwokerto 53182 Telp : (0281) 636751, 630463, 634424

Fax  : (0281) 637239

Web : http://elektro.ump.ac.id